Jumat, 24 Desember 2010

KONSEP KURIKULUM

Konsep kurikulum

Penafsiran konsep kurikulum bagi peneliti dan praktisi pendidikan dapat berbeda satu sama lain. Secara umum, konsep kurikulum dapat didefinisikan sebagai suatu spesifik rangkaian pengetahuan, keterampilan dan kegiatan untuk disampaikan kepada siswa. Penafsiran lain, konsep kurikulum dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang direncanakan sebagai panduan guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar.

Aliran atau teori pendidikan memiliki model konsep kurikulum dan praktek pendidikan yang berbeda :
A. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut subyek
kurikulum akademis
B. Model konsep kurikulum pendidikan pribadi disebut kurikulum
humanistik
C. Model konsep kurikulum interaksionis disebut kurikulum rekonstruksi
sosial
D. Model konsep kurikulum teknologi pendidikan disebut kurikulum
teknologis


Teknologi dan Kurikulum

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. Aliran ini menekankan isi kurikulum tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Suatu kompetensi yang diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur.
Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah
dalam dua bentuk, yaitu bentuk perangkat lunak (software) di perangkat keras (hardware). Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology), sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (systim technology).
Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat, lebih menekankan kepada
penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi efektivitas pendidikan. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media, juga
http://www.scribd.com/doc/41008423/Model-Konsep-Kurikulum - outer_page_12
Model-model pengajaran yang melibatkan penggunaan alat. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video, pengajaran berprogram, mesin pengajaran, pengajaran modul. Pengajaran denga bantuan komputer, dan lain-lain. Dalam arti teknologi sistem, teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem, bisa program sistem yang ditunjang dengan alat dan media, dan bisa juga program sistem
yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran.
.
1.Beberapa ciri kurikulum teknologi :

Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan, memiliki beberapa ciri khusus, yaitu:

a. Tujuan. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi, yang dirumuskan
dalam bentuk perilaku. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi
dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus, yang disebut objektif atau tujuan
instruksional. Objektif ini menggambarkan perilaku, perbuatan atau kecakapan- keterampilan yang dapat diamati atau diukur.

b. Metode. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. Tujuan- tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Pengajaran bersifat individual, tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya, dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Setiap siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran.


Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah- langkah sebagai berikut

1.Penegasan Tujuan
Para siswa diberi penjelasan tentang Pentingnya bahan yang harus dipelajari. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harusmenguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program.

2. Pelaksanaan pengajaran.
Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan- persoalan yang diberikan.

3. Pengetahuan tentang hasil.
Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri, sebab dalam model kurikulum ini umpan balik telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari serius.

4. Organisasi bahan ajar. Bahan ajar atau isi kurikulum
banyak diambil disiplin ilmu, tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga
penguasaan sesuatu kompetensi. Bahan ajar yang luas/besar dirinci menjadi
bagian-bagian atau sub kompetensi yang lebih kecil, yang menggambarkan
objektif.

5. Evaluasi. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat,
pada suatu pelajaran, suatu unit ataupun semester. Fungsi evaluasi ini macam- macam, sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempunaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif), umpan bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif.

2. Pengembangan kurikulum
Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa dasar , yaitu:

1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh pengembang kurikulum yang lain,

2) Hasil pengembangan yang berbentuk model adalah yang bisa iuji coba ulang, dan memberikan hasil yang sama. Dari pengembangan kurikulum
teknologis adalah penekanan pada petensi. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pengembangan pengajaran yang betul-betui berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini, terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum
teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan, di samping memberi kesempatan kepada pelaksanaan pengajaran, terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi, sebagai bagian dari Sistem Instruksional atau Desain Instruksional.


Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat, perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Pertama, formulasi perlu dirumuskan
terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benar-benar
diperlukan. Hal ini menyangkut pasaran.
Kedua spesifikasi, diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan, baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya.


KESIMPULAN

Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk, yaitu bentuk perangkat lunak (software) di perangkat keras (hardware). Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology), sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (systim technology).

REFERENSI
http://www.scribd.com/doc/41008423/Model-Konsep-Kurikulum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar