Sabtu, 25 Desember 2010

KARYA ILMIAH

KARYA ILMIAH


Pengertian
Karya Ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan verifikasi terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.


Perbedaan Karya Ilmiah
Semua karangan ilmu pengetahuan itu ditulis berdasarkan fakta. Karangan yang ditulis berdasarkan fakta umum, terutama tentang aplikasi hukum alam, adalah karangan ilmu pengetahuan yang ilmiah, sedangkan yang ditulis berdasarkan fakta pribadi itu disebut karangan ilmu pengetahuan yang non-ilmiah. Seperti halnya dengan karangan – karangan tentang ilmu sosial yang dahulu disebut karangan ilmu pengetahuan yang non-ilmiah, dengan kemajuan – kemajuan teknologi mungkin saja, kemudian pada suatu waktu karangan-karangan tentang psikologi dan pendidikan itu dapat dogolongkan sebagai karangan ilmu pengetahuan yang ilmiah.
Karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan diperoleh dari data yang tidak eksak itu, yaitu seperti apa yang dipikirkan oleh penulis karangan adalah karangan yang bersifat non-ilmiah. Karangan non-ilmiah itu sering ditemukan dalam bidang pendidikan, filsafat, dan psikologi. Agar dapat disebut karangan yang bersifat ilmiah bahasa yang digunakan harus bahasa ragam resmi, yaitu bahasa yang mengikuti kaidah bahasa baku secara ketat. Di samping itu bahasa yang dipakai dalam karangan ilmiah tidak boleh mengemukakan gejolak perasaan, oleh sebab itu tidak dianjurkan yang bergaya metafora, hiperbola, ilusi, ironi dan sebagainya, melainkan harus bahasa sederhana dan lugas. Bahasa karangan ilmiah it uterus-menerus mengacu kepada hal yang dibicarakan (objektif), tidak mengacu kepada perasaan penulis (subjektif).
Bahasa karangan ilmiah itu harus meyakinkan bermodus indikatif, karena merupakan janji yang dapat dipenuhi dalam hubungannya dengan fakta yang dikatakan. Bahasa karangan ilmiah harus mendukung derajat karangan dengan sifat kohesif, koheren, bertujuan tertentu, dapat diterima pembaca dan bertalian dengan ilmu pengetahuan lain yang menjadi latarnya. Bahasa karangan ilmiah itu harus efektif dan efesien.
Sebuah karangan yang menyajikan fakta datanya diperoleh secara acak-acakan yaitu tidak melalui prosedur ilmiah dan (apa lagi) penulisannya tidak memenuhi cirri-ciri ilmiah karangan ilmiah disebut karangan yang tidak ilmiah.

Sistematika Karya Ilmiah
Contoh sistematika penyusunan karya ilmiah sederhana.
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Permasalahan
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Hipotesis Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III METODOLOGI
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Rencana Tindakan
E. Pengumpulan Data
F. Indikator Kerja
BAB IV PAPARAN DAN DATA PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN

Namun ada pula sistematika yang lebih sderhana lagi didalam penyusunan karya ilmiah seperti sistematika dibawah ini.
Bagian Pelengkap Pendahuluan (Introductory Part) berisi:
1. Judul: judul, maksud dan tujuan, identitas penyusun, lokasi dan tahun. Judul yang panjang ditulis ke dalam beberapa baris dengan mempertimbangkan kesatuan makna dan biasanya berbentuk piramida terbalik.
2. Persetujuan atau pengesahan berisi tempat, tanggal, nama, dan tanda tangan pengesahan.
3. Kata pengantar atau prakata berisi ucapan syukur, maksud atau tujuan karya dibuat, ucapan terima kasih, harapan-harapan yang biasanya berupa permohonan kritik dan saran, harapan manfaat, tempat dan tanggal penyelesaian serta penyusun.
4. Daftar isi.
5. Daftar tabel, daftar grafik dan daftar gambar bila ada.
6. Abstrak atau iktisar yaitu intisari keseruluhan isi yang mencakup latar belakang, tujuan, pendekatan atau metode yang dipakai dan hasil penelitian.
Bagian Isi (Body of Report) berisi:
1. Bab I (Pendahuluan) yang berisi:latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, pendekatan untuk mengupas masalah, metode perolehan data, ruang lingkup atau sistematika laporan.
2. Bab II Pembahasan, didalam bab ini membahas tentang isi pokok atau batang tubuh permasalahan yang diangkat dalam karya tersebut. Yang berisi uraian objek yang dilaporkan yang disusun dalam beberapa bab. Banyak sedikitnya bab tergantung pada objek atau kegiatan yang dibuat.
3. Bab III Penutup, yaitu bab terakhir yang berisi ringkasan atau simpulan dan saran atau rekomendasi.



Bagian Penunjang/Pelengkap Penutup (Suplementary Part)
Bagian ini terdiri atas:
1. Daftar pustaka
2. Lampiran-lampiran
3. Indeks: daftar istilah yang disusun secara alfabetis yang mencantumkan nomor-nomor halaman untuk memudahkan pembaca mengetahui posisi istilah-istilah tersebut dalam sebuah karya.

Unsur-Unsur Karya Ilmiah
Bentuk karya ilmiah itu berbeda-beda; untuk kepentingan militer bentuknya akan berbeda dengan laporan karya ilmiah lainnya. Unsur-unsur yang terdapat pada karya ilmiah (laporan ilmiah) pada umumnya terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:
a. Halaman judul
b. Judul laporan
c. Nama dan identitas penerima laporan
d. Nama dan identitas penulis
e. Tempat dan tanggal
f. Surat pemberian kuasa
g. Surat penyerahan
h. Daftar isi
i. Pendahuluan
j. Tubuh laporan
k. Penggunaan judul, sub-judul, dan sub-sub-judul
l. Penggunaan table, grafik, dan lukisan cara
m. Pengakuan peminjaman informasi dan ucapan terima kasih
n. Kesimpulan
o. Lampiran.

Jenis-Jenis Karya Ilmiah
Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuawannya ‘diakui’.
Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.


Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.
Makalah mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya dengan kenyataan lapangan. Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana.

oleh : Nurul Tika Safitri :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar